EVENT

Rayakan 4 Dekade Perjalanan, Ghea Panggabean Merilis Buku "Asian Bohemian Chic – Indonesian Heritage Becomes Fashion"

Monday, 19/10/2020 12:12 WIB by Niken Pangesti , Facetofeet
Rayakan 4 Dekade Perjalanan, Ghea Panggabean Merilis Buku
Ghea Panggabean

Pada perayaan 40 tahun retrospeksi karya seorang Ghea Panggabean, ia membagikan kisah perjalanan hidup dan karyanya dalam sebuah buku kaya inspirasi. Dilahirkan dengan akulturasi dua budaya, Indonesia dan Belanda, dan tumbuh dengan latar belakang berbagai budaya yang berbeda, tidak membuat Ghea Panggabean lupa budaya Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan fashion design di London, pada awal tahun 1980an Ghea kembali ke tanah air untuk memulai karir nya sebagai perancang mode dan memutuskan untuk mengangkat kain dan budaya Indonesia sebagai karakter desainnya. Sejak saat itu  karyanyatak pernah lepas dari kekayaan motif, seni, dan budaya Indonesia, hingga di tahun 2020 ini ia merayakan 40 tahun berkarya di industri mode Indonesia.

Ghea Panggabean menggandeng Rizzoli – Milan penerbit internasional yang berada di beberapa kota besar  dan berpusat di New York, untuk membuat buku yang proses pengerjaannya memakan waktu kurang lebih 2 tahun ini. Tajuk “Asian Bohemian Chic – Indonesian Heritage Becomes Fashion” dipilih untuk merepresentasikan cerita perjalanan karya Ghea yang kaya nilai budaya, lebih dari itu, sejarah mode Indonesia, dan transformasi budaya tradisional ke dalam desain modern. Buku setebal 320 halaman ini menceritakan koleksi Ghea dari masa ke masa mulai dari karya pertamanya yang mengangkat kain lurik, perjalanannya mengeksplor dan mempelajari tekstil dan ragam motif nusantara, hingga inovasinya mengolah motif kain pelangi jumputan yang akhirnya menjadi ciri khasnya dan membuatnya disebut sebagai ‘Ratu Jumputan’. Ghea konsisten menterjemahkan motif kain tradisional Indonesia seperti jumputan, ikat, songket, dan batik menjadi desain fesyen yang wearable. Selain itu, Ghea juga mengolah berbagai ragam hias dan kerajinan tradisional ke dalam desain busana modern, sehingga terlahir motif-motif seperti tikar Kalimantan, wayang beber, dan ragam hias Batak seperti motif gorga. Konsep desainnya selalu terinspirasi dari warisan budaya, sehingga setiap koleksi Ghea tak hanya klasik namun tersirat sebuah cerita. Selain karya, buku ini juga mengulas sosok pribadi Ghea, kecintaannya mengoleksi barang antik, pertemuannya dengan berbagai sosok besar dunia, keterlibatannya dalam mendirikan organisasi profesi perancang mode pertama di Indonesia, hingga hubungan Ghea dengan putri kembarnya, Amanda dan Janna, yang menjadi generasi penerusnya.

“Saya ingin buku ini menjadi the window to the world for Indonesian fashion, di mana orang-orang di berbagai belahan dunia bisa melihat kekayaan dan keindahan seni dan budaya Indonesia melalui karya-karya saya.” tutur Ghea. Misi dan harapan Ghea dengan diterbitkannya buku ini adalah menjadi inspirasi dan wawasan baru bagi para insan kreatif dan pecinta mode, serta edukasi bagi generasi muda yang memiliki minat dalam industri mode. Buku ini dicetak dengan hard cover kain motif jumputan khas Ghea dan menampilkan ribuan foto dari berbagai sumber untuk menggambarkan cerita yang ingin Ghea sampaikan bagi para pembacanya. Sebelum tersedia di Indonesia, sejak April 2020 buku ini sudah terlebih dahulu dipasarkan di beberapa negara seperti: Amerika Serikat, Inggris, Italia, Perancis, Belanda, Jerman, Denmark, Jepang, China, Afrika Selatan, Mexico, Brazil, Australia, Singapura, dan Malaysia melalui jaringan toko buku Rizzoli, dan juga situs belanja online internasional seperti Amazon. Buku “Asian Bohemian Chic – Indonesian Heritage Becomes Fashion” ini akan segera dapat dibeli di Indonesia di beberapa tempat seperti: toko buku Kinokuniya, gerai Ghea Fashion Studio, dan juga secara online. Proses pembuatan buku ini dapat terjadi atas dukungan berbagai pihak, antara lain: Time International, Bank Negara Indonesia (BNI), Bakti Budaya Djarum Foundation, Pasaraya, Rumah Pesona Kain, Batik Danar Hadi, TS Suites Bali, Zen Tableware (Indo Porcelain), NPM Photography, dan Harper’s Bazaar Indonesia.

 

Baca juga:

RISING Fashion, Presentasi Desainer Muda Indonesia dan Singapura dalam Industri Mode

Rancangan Desainer Indonesia, 2MADISON AVENUE Kembali Tampil di New York Fashion Week 2021

5 Koleksi Busana Muslim Elegan & Berkelas Karya Desainer Lokal

Strongbow Apple Cider Gandeng Desainer Muda Indonesia Bawa Kebaikan Alam ke Jakarta Fashion Week

Karya Desainer Dijual Mahal, Ini 7 Alasan yang Mendasarinya

Leave a Comment
LATEST NEWS
POPULAR
SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER