LIFESTYLE

Betul Nggak Sih Jika Rumah Mempengaruhi Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya!

Sunday, 01/12/2019 09:09 WIB by nerissa arfiana, Facetofeet
Betul Nggak Sih Jika Rumah Mempengaruhi Kesehatan Mental? Ini Penjelasannya!
Allure

Pernah dengar pernyataan bahwa 'hidup dapat dibuat lebih baik dengan mendesain ulang rumah' ? Yap, kesehatan dan rumah memang memiliki korelasi yang cukup kuat. Dikutip dari Allure, desain dari sebuah interior rumah dipercaya memiliki kekuatan psikologis, diantaranya yang kita kenal adalah ilmu Feng shui yang berasal dari Tiongkok kuno. Dimana takdir seseorang dipercaya dapat ditolong bersama dengan elemen penyeimbang rumah utama.

Menariknya, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa hubungan sosial itu sangatlah penting, bahkan untuk orang yang paling pemalu dan paling tertutup sekalipun karena dapat memiliki dampak besar pada kesehatan dan harapan hidup. Walalupun rumah sebagian besar digunakan orang untuk mendapatkan ketenangan, namun sebuah rumah yang baik dan ideal adalah jika rumah tersebut mampu mendorong interaksi dan koneksi dengan komunitas orang di sekitar rumah (tetangga).

Dakar David Kopec, seorang psikolog arsitektur dan profesor arsitektur di Universitas Nevada, merekomendasikan untuk mencoba menghadirkan interaksi dengan cara membuat pintu masuk yang menghadap ke luar. " Adanya teras bagian depan juga  mendorong percakapan santai dengan tetangga dan orang oang yang sedang berjalan-jalan," kata Kopec. "Selain itu kamu juga bisa mendapatkan sinar matahari dengan spektrum penuh, yang mampu meningkatkan serotonin"

The Imaginary House of Optimal Well-being juga menerapkan banyak prinsip yang sama yaitu, friendly yang dimulai dari kamar tidur. Studi warna mengatakan jika warna tertentu memiliki respons psikologis yang berbeda. Misalnya hijau dan biru, memiliki kecenderungan sedikit menurunkan tekanan darah dan membuat ketenangan, sedangkan merah dapat meningkatkan konsentrasi dan aliran darah.

Dan untuk warna putih, beberapa studi serta Bonnie Sanborn, seorang psikolog lingkungan dan pemimpin penelitian desain di DLR Group, mengatakan jika dasarnya putih dilambangkan dengan kekosongan dan warna ini bisa memberi energi yang cukup kuat hingga pada titik mengganggu karena tidak ada batasan untuk membiarkan pikiran rileks ataupun fokus. Sanborn menyarankan untuk mengintegrasikan beberapa item untuk memusatkan perhatian fokus pada ruangan, seperti beberapa benda yang dapat memantulkan atau membiaskan cahaya seperti akuarium, cermin serta tanaman hidup .

Strategi lain adalah memiliki ruang-ruang secara terpisah, kaarena hal tersebut dapat membantu membiasakan menghadirkan respons untuk setiap area, dan pada gilirannya, akan membantu merangsang otak serta melatih pikiran contohnya, aktivitas bersantai di kamar tidur, berkonsentrasi di ruang tamu, dan makan di dapur.

Tampilan ruangan yang bersih atau clean juga dipercaya akan mampu berdampak pada mental dan memberikan kamu kemampuan untuk melihat sesuatu dengan jelas sehingga akan memengaruhi kesehatan dan kebahagiaan. Belilah barang-barang atau perabot ruangan serta hiasan yang mencerminkan personality kamu. “Personalisasi ruang pribadi adalah bagian yang sangat penting untuk mengekspresikan identitas, dan aktualisasi diri,” kata Sanborn.

Ubahlah dekorasi ruangan pribadi kamu ketika sedang mengalami perubahan mood. Mendekorasi rumah juga adalah cara untuk memahami diri sendiri.  Sanborn juga mengatakan jika menjadi manusia berarti memiliki hak untuk berubah, dan rumah atau ruangan kita pun harus mendukungnya. Tidak perlu dalam jangka besar, sekedar merubah dekorasi ringan pun cukup kok!

Baca Juga :

Yuk Ketahui Bahaya Posisi Tidur yang Bisa Berakibat Buruk Pada Kesehatan
Ini 4 Fakta Tentang Tidur yang Harus Kamu Ketahui
Leave a Comment
LATEST NEWS
POPULAR
SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER