LIFESTYLE

Riset Terbaru: Menerima Email Usai Jam Bekerja Bisa Mengakibatkan Stress dan Kerusakan Mental

Thursday, 11/08/2016 14:02 WIB by Marisha A, Facetofeet
Riset Terbaru: Menerima Email Usai Jam Bekerja Bisa Mengakibatkan Stress dan Kerusakan Mental
Pexels

Pada Juni lalu, Perancis mencoba meloloskan hukum bagai para pekerja untuk memiliki hak terbebas dari pekerjaan usai jam kerja berakhir. Dalam hal ini, setiap pekerja di Perancis memiliki hak untuk tidak menerima pekerjaan berupa email yang dikirimkan di luar jam bekerja.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tiga orang professor di Amerika Serikat menguji efek yang dihasilkan dari email yang diterima para pekerja usai jam bekerja. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tetap bekerja setelah jam kerja usai bisa membahayakan kesehatan mental. Terlebih lagi, hal tersebut mengacu pada kelelahan emosi dan menghalangi keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan.

Penelitian tersebut melibatkan 297 orang pekerja yang telah berusia dewasa di Amerika. Dalam sebuah makalah yang berjudul Exhausted, but Unable to Disconect: The Impact of Email-related Organizational Expectations on Work-family Balance, para peneliti menggambarkan bagaimana kebijakan kantor yang meminta para pekerja merespon email usai jam bekerja menjadi penyebab utama stress.

"Email menghalangi proses pemulihan para pekerja. Email berkontribusi membuat beban pekerjaan menjadi lebih berat sehingga para pekerja tidak meninggalkan pekerjaan mereka, dan di saat yang sama email juga menghambat para pekerja melepaskan diri dari pekerjaan secara psikologis karena adanya koneksi yang terus menerus," ujar salah satu penulis seperti yang dilansir dari situs ELLE.

Penulis juga menyebutkan bahwa kepuasan yang terjadi akibat adanya keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga sangat penting untuk kesehatan individu. Namun ketika individu tidak mampu menyeimbangkan peran antara keduanya, hal itu mengakibatkan gangguan kecemasan dan depresi, mengakibatkan rendahnya kepuasan antara pekerjaan dan keluarga, menurunkan produkstivitas kerja, absensi, dan menurunnya komitmen terhadap perusahaan.

Solusinya, para peneliti menyarankan agar para pemimpin perusahaan mau menerapkan kebijakan mingguan dengan menghadirkan satu hari bebas email atau mengatur jadwal email setelah jam bekerja.

Leave a Comment
LATEST NEWS
POPULAR
SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER